Perbedaan Vlookup dan Hlookup

Perbedaan VLOOKUP dan HLOOKUP di Google Sheets dan Excel

Jika kamu sering bekerja dengan spreadsheet seperti Google Sheets atau Microsoft Excel, kemungkinan besar kamu pernah menggunakan atau setidaknya mendengar fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP. Kedua fungsi ini sangat membantu dalam mencari dan mengambil data secara otomatis dari sebuah tabel.

Meskipun fungsinya mirip, VLOOKUP dan HLOOKUP memiliki cara kerja yang berbeda. Perbedaan inilah yang sering membuat pengguna bingung, terutama bagi pemula. Padahal, jika sudah memahami konsep dasarnya, menentukan fungsi mana yang harus digunakan akan terasa jauh lebih mudah.

Pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan VLOOKUP dan HLOOKUP secara bertahap, mulai dari pengertian, cara kerja, contoh penggunaan, hingga kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing fungsi.

Mengenal Fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP

Rumus HLOOKUP: Pengertian, Manfaat, Contoh Panduan Lengkap dan Perbandingan dengan VLOOKUP

Sebelum membandingkan keduanya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu VLOOKUP dan HLOOKUP.

Apa Itu VLOOKUP

VLOOKUP merupakan singkatan dari Vertical Lookup. Fungsi ini digunakan untuk mencari data secara vertikal, yaitu dari atas ke bawah pada sebuah kolom

Baca Juga: Cara Mengubah File Excel ke Google Sheets dengan Mudah

VLOOKUP bekerja dengan cara mencari nilai tertentu pada kolom pertama sebuah tabel, kemudian mengambil data lain yang berada pada baris yang sama tetapi di kolom yang berbeda. Karena itu, VLOOKUP sangat cocok digunakan pada data yang disusun ke bawah dalam bentuk daftar.

Umumnya, VLOOKUP digunakan pada tabel dengan ciri berikut:

  • Header kolom berada di baris paling atas
  • Data disusun secara vertikal
  • Kode atau ID berada di kolom paling kiri

Apa Itu HLOOKUP

HLOOKUP adalah singkatan dari Horizontal Lookup. Berbeda dengan VLOOKUP, fungsi ini mencari data secara horizontal, yaitu dari kiri ke kanan pada baris pertama tabel.

HLOOKUP akan mencari nilai pada baris teratas, lalu mengambil data dari baris tertentu di kolom yang sama. Fungsi ini biasanya digunakan pada data yang disusun menyamping.

Dalam praktiknya, HLOOKUP lebih jarang digunakan karena sebagian besar data spreadsheet umumnya disusun secara vertikal.

Struktur Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP

Walaupun arah pencariannya berbeda, struktur rumus VLOOKUP dan HLOOKUP sebenarnya hampir sama.

Rumus VLOOKUP

=VLOOKUP(nilai_cari, tabel, nomor_kolom, [tipe_pencarian])

Keterangan:

  • nilai_cari: data yang ingin dicari
  • tabel: range data tempat pencarian
  • nomor_kolom: posisi kolom hasil
  • tipe_pencarian: FALSE untuk hasil yang tepat

Rumus HLOOKUP

=HLOOKUP(nilai_cari, tabel, nomor_baris, [tipe_pencarian])

Perbedaannya terletak pada penggunaan nomor baris sebagai pengambil data.

Contoh Penggunaan VLOOKUP dan HLOOKUP

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penggunaan masing-masing fungsi.

Contoh VLOOKUP

Misalnya kamu memiliki tabel data produk dengan kode produk di kolom A dan harga di kolom C. Untuk mencari harga berdasarkan kode produk, kamu bisa menggunakan rumus berikut:

=VLOOKUP("A004", A2:C10, 3, FALSE)

Rumus ini akan mencari kode A004 di kolom pertama dan menampilkan harga dari kolom ketiga pada baris yang sama.

Contoh HLOOKUP

Jika data penjualan disusun secara horizontal, misalnya berdasarkan bulan, maka HLOOKUP bisa digunakan.

=HLOOKUP("Mar", A1:D2, 2, FALSE)

Rumus tersebut akan mencari bulan Mar di baris pertama dan mengambil nilai penjualan dari baris kedua.

Perbedaan Utama VLOOKUP dan HLOOKUP

Berikut beberapa perbedaan penting antara VLOOKUP dan HLOOKUP:

  • VLOOKUP mencari data secara vertikal, sedangkan HLOOKUP secara horizontal
  • VLOOKUP membutuhkan nilai pencarian di kolom pertama, HLOOKUP di baris pertama
  • VLOOKUP lebih sering digunakan dalam praktik sehari-hari
  • HLOOKUP hanya cocok untuk data yang disusun menyamping

Kapan Menggunakan VLOOKUP atau HLOOKUP

Pemilihan fungsi sebaiknya disesuaikan dengan bentuk data yang digunakan.

Gunakan VLOOKUP jika data disusun ke bawah, memiliki ID di kolom pertama, dan sering bertambah baris.

Baca Juga: Cara Membuat Nomor Otomatis di Spreadsheet untuk Pemula

Gunakan HLOOKUP jika data disusun ke samping dan struktur tabel jarang berubah.

Dalam kebanyakan kasus, VLOOKUP menjadi pilihan utama karena lebih fleksibel dan sesuai dengan struktur data spreadsheet pada umumnya.

Keterbatasan VLOOKUP dan HLOOKUP

Meskipun sangat membantu, kedua fungsi ini memiliki keterbatasan, antara lain:

  • Tidak bisa mencari ke arah sebaliknya
  • Hanya menampilkan hasil pertama jika terdapat data duplikat
  • Bergantung pada posisi kolom atau baris

Untuk kebutuhan yang lebih kompleks, kamu bisa mempertimbangkan fungsi alternatif seperti INDEX dan MATCH atau XLOOKUP.

Penutupan

VLOOKUP dan HLOOKUP merupakan fungsi pencarian dasar yang sangat penting untuk dikuasai saat bekerja dengan Google Sheets maupun Excel. Perbedaan utama keduanya terletak pada arah pencarian dan susunan data.

Untuk sebagian besar kebutuhan, VLOOKUP lebih direkomendasikan karena sesuai dengan struktur data yang umum digunakan. Sementara itu, HLOOKUP dapat digunakan pada kondisi tertentu ketika data disusun secara horizontal.

Dengan memahami perbedaan dan cara kerja kedua fungsi ini, kamu dapat mengolah data dengan lebih cepat, rapi, dan minim kesalahan dalam spreadsheet.